Pengoperasian bus rapid transit (BRT) atau Trans Bandarlampung membutuhkan 2.053 pegawai untuk juru mudi/pramudi, kondektur dan penjaga tiket angkutan massal tersebut.

“Angkutan massal yang diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya kemacetan di kota ini dapat menjadi salah satu solusi tepat manfaat sekaligus mengurangi pengangguran,” kata Direktur PT Trans Bandarlampung, Tony Eka Chandra, di Bandarlampung, Selasa 15 November 2011.

Menurutnya, pengoperasian BRT yang mulai kemarin (14/11) diujicobakan selama empat hari secara gratis atau bebas biaya tersebut diharapkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

“Kami masih membutuhkan sebanyak 2.053 orang pegawai guna terlaksananya pengoperasian BRT tersebut di kota ini,” ujar anggota DPRD Provinsi Lampung itu.

Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Daerah (Organda) Bandarlampung ini mengatakan bila ada masyarakat yang berminat untuk menjadi tenaga untuk menjadi pramudi, kondektur dan petugas tiket BRT, dapat mendaftar ke Dinas Perhubungan setempat.

“Dalam perekrutan ini, pihaknya bekerjasama dengan Dishub dan Polresta Bandarlampung untuk menguji calon pramudi. Bagi masyarakat yang berminat, silahkan mendaftar ke Dishub,” ujarnya menegaskan.

Tony juga menambahkan dalam perekrutan untuk pramudi itu, diutamakan untuk para supir angkutan kota (angkot).

“Kami mengutamakan supir angkot yang mendaftar, tapi tidak menutup kemungkinan untuk yang lain karena supir angkot di Bandarlampung ini jumlahnya kurang dari seribu orang,” kata dia menerangkan.

Selama uji coba, ia melanjutkan, masyarakat dapat menaiki BRT secara gratis selama empat hari sejak Senin (14/11).

Sebelumnya, Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengatakan uji coba secara gratis bagi BRT untuk masyarakat selama empat hari ini bukan untuk menghancurkan mikrolet, namun untuk kepentingan masyarakat umum.

“Jadi, jangan khawatir bagi para pengusaha angkutan kota, ke depan jalur angkot tersebut akan disesuaikan agar dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Durian Payung, Nurasiyah mengatakan sangat senang dengan adanya BRT ini.

“Saya senang dengan adanya BRT ini. Tarif yang ditawarkan pun terjangkau dan suasananya nyaman,” katanya.

Ia menambahkan, kalau tidak gratis saya juga akan mencobanya karena bus angkutan ini dirasakan cukup nyaman bagi masyarakat. (antara)