Universitas Lampung (Unila) menetapkan kawasan perguruan tinggi itu sebagai daerah bebas asap rokok.

“Untuk menuju kampus yang sehat dan bebas dari asap rokok, Unila mulai menerapkan kebijakan sebagai perguruan tinggi negeri yang bebas dari asap rokok,” kata Rektor Unila, Prof Sugeng P Harianto, di Bandar Lampung, Kamis (23-12).

Dia menyebutkan kebijakan itu belum berlaku efektif karena di kawasan PT itu masih terdapat mahasiswa yang merokok, begitu pula masih banyak kantin-kantin di Unila yang menjual rokok secara bebas.

Ia menyebutkan penetapan Unila bebas asap rokok juga diinformasikan melalui spanduk, seperti di kawasan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Gedung Rektorat dan Gedung A Fakultas Teknik (FT) Unila.

Ia berharap, dengan adanya spanduk itu, dapat memperkecil jumlah perokok aktif di Unila.

“Diharapkan Unila akan segera bersih dari asap rokok, walaupun masalah itu tidak bisa cepat selesai,” katanya.

Sejumlah mahasiswa mengatakan spanduk itu tidak akan efektif jika ada tindakan tegas terhadap perokok di lingkungan kampus.

“Rektorat belum sepenuhnya konsisten, terbukti dengan masih adanya iklan rokok yang terpampang di beberapa papan pengumuman di Unila,” kata salah satu mahasiswa FK Unila yang enggan disebutkan namanya.

Asap rokok mengandung bahan kimia beracun yang dapat menyebabkan kanker.

Sementara itu, Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung telah lebih dulu menerapkan kawasan rumah sakit itu sebagai area bebas asap rokok.

Berkaitan itu, semua pengunjung rumah sakit swasta itu dan karyawannya, dilarang merokok di area rumah sakit tersebut.ANT/L-1