Sebagian warga Bandar Lampung sudah bisa memasak memakai GAS, karena rencana pemerintah B.lampung yang akan mengkonversi minyak tanah ke GAS sudah di luncurkan beberapa waktu yang lalu, namun ada juga sebagian kecamatan dan kelurahan di bandar lampung yang belum juga di bagikan, mungkin pembagian nya bertahap dan belum 100%.

PT Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Lampung menggelar peluncuran program konversi minyak tanah ke tabung elpiji 3 kg di Lapangan Baruna, depan Kantor Camat Panjang, Selasa (19-5). Secara simbolis, Gubernur Lampung Syamsuria Ryacudu akan menyerahkan tabung elpiji 3 kg dan perangkatnya pada 12 keluarga penerima konversi.

Sales Representative Pertamina Gas Domestik Region II, I Gusti Bagus Suteja, Minggu (17-5), mengatakan peluncuran program konversi tabung elpiji 3 kg ini sengaja dipusatkan di Kecamatan Panjang yang masyarakatnya sudah selesai dicacah dan diverifikasi. Sedangkan dari keseluruhan warga sasaran penerima tabung, belum selesai 100% dicacah dan verifikasi.

“Rencananya launching langsung dilakukan Gubernur Lampung pada 12 warga yang sudah dicacah. Baru dilanjutkan pendistribusian oleh konsultan di lokasi tersebut,” kata Suteja.

Dia mengatakan peluncuran program ini dilakukan dengan harapan masyarakat bisa memanfaatkan tabung dan kompor yang diberikan. Jangan sampai, warga yang sudah menerimanya justru menjual ke orang lain, apalagi mengingat harga tabung elpiji 3 kg ini cukup mahal.

“Jangan sampai, warga yang sudah menerima justru nanti setelah subsidi minyak tanah dihentikan mereka tidak punya tabung dan kompor elpiji 3 kg yang sudah dibagikan,” ujarnya.

Program konversi elpiji 3 kg di Lampung untuk tahap awal ini baru dilakukan di Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Pertamina membidik 328.076 keluarga penerima konversi yang terdiri dari 143.476 keluarga di Bandar Lampung dan 184.600 keluarga di Lampung Selatan.

Dalam tahapan pelaksanaan konversi ini, Pertamina membagi wilayah penerima menjadi lima cluster; dua di Bandar Lampung, yaitu clusterÿ20I meliputi Telukbetung Barat, Telukbetung Selatan, Telukbetung Utara, Panjang, Tanjungkarang Timur, dan Tanjungkarang Pusat. Cluster II meliputi Sukabumi, Sukarame, Tanjungkarang Barat, Kemiling, Rajabasa, Kedaton, dan Tanjungseneng. Dalam proses pencacahan hingga pendistribusian tabung elpiji 3 kg, Pertamina menggandeng dua konsultan untuk wilayah Bandar Lampung, yaitu PT Nandhita Graha Tata (NGT) dan PT Graha Manunggal Wirasembada (GMW).

Sedangkan di Lampung Selatan terbagi menjadi tiga cluster; cluster III meliputi wilayah Natar, Jati Agung, dan Tanjungbintang. Cluster IV Tanjungsari, Katibung, Merbau Mataram, Way Sulan, Sidomulyo, Candipuro, dan Way Panji. Serta cluster lima meliputi Kalianda, Rajabasa, Palas, Sragi, Penengahan, Ketapang, dan Bakauheni. Pencacahannya dilakukan tiga konsultan, yakni PT NGT, PT GMW, dan PT Marketing Sentratama Indonesia (MSI)  (Lampost)