Cuaca buruk menghantui Indonesia dan beberapa negara lain selama beberapa bulan terakhir. Ini terjadi akibat penyimpangan musim kemarau yang terjadi baru-baru ini.

Akibat sering terjadinya curah hujan yang berlebihan di Bandar Lampung banyak jalan yang rusak, akibatnya kecelakaan sering terjadi karena kendaraan masuk kedalam lubang jalan yang dalam.

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, penyimpangan musim kemarau membuat hujan lebat terjadi di sejumlah negara selama Juni 2010. Tak hanya mendatangkan hujan, cuaca buruk juga menelan korban jiwa yang tidak sedikit.

Di Prancis bagian selatan misalnya. Di sana, selama Juni ada 15 orang yang tewas dan 12 hilang akibat cuaca buruk. Dua hari kemudian, 46 orang tewas dan 600 rumah terendam di Mumbai, India.

Masih di tanggal 17 Juni, 25 tewas di Yangoon, Myanmar. Sedangkan di Victoria, Australia, sedikitnya 100 rumah rusak akibat cuaca buruk. Bahkan, Singapura yang tak pernah mengalami banjir, juga terendam akibat dampak dari cuaca yang tak menentu [baca: Dampak Badai, Singapura Banjir]

Paling banyak tewas di Bangladesh bagian selatan pada 17 Juni. Di sana, sedikitnya ada 17 orang yang meninggal dunia. Di saat yang sama, 28 kota di Cina terendam banjir dengan kerugian yang tidak sedikit [baca: Banjir dan Longsor Masih Ancam Cina]

Sementara di Indonesia, potensi hujan diprediksi dengan intensitas sedang sampai lebat masih akan terjadi hingga pertengahan Juli 2010. Soalnya, kecenderungan musim kemarau 2010 lebih pendek dibanding normalnya. Untuk itu, masyarakat diimbau berhati-hati dalam menyikapi perubahan cuaca tersebut.(ULF-Liputan6)


Samsat Mall chandra Bandar LampungWarga Bandar Lampung sangat terbantu sekali dengan adanya Samsat Mall yang ada di Chandra Mall Bandar Lampung, mereka sangat antusian sekali membayar pajak kendaraanya di sana. Pak Sutrisno Guru Olahraga SLTP Negeri 2 Bandar Lampung mengatakan, membayar pajak kendaraan nya di Samsat mall proses nya cepat dan tidak berbelit belit, hanya cukup membawa BPKB, STNK dan KTP Asli, sudah langsung di layani, tidak perlu fotho copy apapun, proses nya hanya 10 Menit. Selesai bayar dan bisa meninggalkan loket.

Semoga Samsat di MAL yang lain bisa di buka agar warga Bandar Lampung tidak ada yang telat pajak kendaraanya.. Bravo Lampung.

Demimu Lampungku, Padamu Bhaktiku


Lampung

Lampung

Setelah panen raya daerah lampung yaitu di daerah Bulukkarto Pringsewu, para petani selain mempersiapkan lahan untuk di tanami padi, mereka juga mengisi kegiatan lainya seperti memelihara ikan di mbalong atau kolam ikan ada juga yang berdagagan jajanan ringan di pasar pringsewu karena bulan puasa dan menjelang lebaran di pasar pringsewu cukup ramai.

Yang lebih unik lagi dari daerah Bulukkarto Pringsewu adalah sebagian petani sambil menunggu lahan mereka siap di tanami ada yang menjajakan belut di pinggir jalan dengan harga yang bervariasi, dari Rp.5000 sampai dengan Rp.15.000, belut belut tersebut mereka dapat dari para peternak belut dan ada juga yang mereka olah sendiri.


Gedung juang yang terletak di tengah kota Bandar Lampung, berdiri megah merupakan simbol masyarakat Lampung yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengusir penjajah dari negeri Lampung

Gedung Juang Lampung

Beriku Foto Foto Kota Bandar Lampung Klik Disini….

Lagu Lampung Yang Pernah Jadi Favorite Orang Lampung tahun 90 an :

1.  AndahMu

2. Cadang Hati

3. Tambuh Nyambai


Belum Sempet Nonton Mbah Surip untuk konser di Lampung, tapi beliau sudah meninggalkan kita semua untuk selamanya, mbah surip memang sosok yang sederhana, seniman sejati yang akan di kenang sepanjang masa, mbah surip bob marley nya Indonesia. I Love You Full

Mbah Surip

Mbah Surip

Biografi Mbah Surip :
Prosesi pemakaman Mbah Surip diawali dengan upacara pernikahan puteri ketiganya. Kedua mempelai yang langsung datang ke tempat persemayaman Mbah Surip dari Mojokerto, Jawa Timur, melakukan ijab kabul di depan jenazah seniman yang dikenal rendah hati tersebut.

Di tengah popularitas yang baru saja diraihnya, seniman nyentrik asal Mojokerto, Jawa Timur, tersebut menghadap Sang Khalik. Kepergian pelantun tembang Tak Gendong yang begitu mendadak itu menyisakan duka yang sangat mendalam bagi kerabat, teman dekat maupun para penggemarnya.

Kini, tiada lagi penampilan unik dengan rambut rasta ala penyanyi reggae dan tawanya yang khas dan lepas, yang menjadi ciri dari Mbah Surip.

Dilahirkan di Mojokerto, 5 Mei 1949 dengan nama asli Urip Achmad Rijanto Soekotjo adalah duda dengan empat orang anak sekaligus kakek dari empat cucu. Sebelum menjadi seniman, Mbah Surip menjalani berbagai macam profesi.

Mulai pekerjaan di bidang pengeboran minyak, tambang berlian bahkan lelaki yang memiliki gelar Drs, Insinyur dan MBA ini pernah mengadu nasib di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania, dan California.

Karena ingin mengadu nasibnya, akhirnya Mbah Surip hijrah ke Jakarta. Ia kemudian bergabung dengan komunitas seniman, sebut saja Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki.

Kesempatan pun datang kepada seniman yang pernah menerima penghargaan dari MURI untuk aksi menyanyi terlama ini. Ia mendapat kesempatan masuk ke studio rekaman.

Dalam perjalanan bermusiknya, ia telah mengeluarkan beberapa album yang dimulainya sejak 1997. Beberapa albumnya antara lain, IJO ROYO-ROYO (1997), INDONESIA I (1998), REFORMASI (1998), TAK GENDONG (2003) dan BARANG BARU (2004).

Tak Gendong sendiri ia ciptakan pada 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip lagu ini memiliki makna filosofi tersendiri, yakni belajar salah.

Pada hari Selasa, 4 Agustus 2009, Mbah Surip meninggal. Menurut kabar yang beredar, Mbah Surip yang kerap mengatakan ‘I Love You Full’ ini menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 10.30 wib, setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RS Pusdikkes, Jakarta Timur.

Mbah Surip meninggal dengan status duda yang telah disandangnya selama 26 tahun dan meninggalkan empat anak dan empat cucu.


Sebagian warga Bandar Lampung sudah bisa memasak memakai GAS, karena rencana pemerintah B.lampung yang akan mengkonversi minyak tanah ke GAS sudah di luncurkan beberapa waktu yang lalu, namun ada juga sebagian kecamatan dan kelurahan di bandar lampung yang belum juga di bagikan, mungkin pembagian nya bertahap dan belum 100%.

PT Pertamina bersama Pemerintah Provinsi Lampung menggelar peluncuran program konversi minyak tanah ke tabung elpiji 3 kg di Lapangan Baruna, depan Kantor Camat Panjang, Selasa (19-5). Secara simbolis, Gubernur Lampung Syamsuria Ryacudu akan menyerahkan tabung elpiji 3 kg dan perangkatnya pada 12 keluarga penerima konversi.

Sales Representative Pertamina Gas Domestik Region II, I Gusti Bagus Suteja, Minggu (17-5), mengatakan peluncuran program konversi tabung elpiji 3 kg ini sengaja dipusatkan di Kecamatan Panjang yang masyarakatnya sudah selesai dicacah dan diverifikasi. Sedangkan dari keseluruhan warga sasaran penerima tabung, belum selesai 100% dicacah dan verifikasi.

“Rencananya launching langsung dilakukan Gubernur Lampung pada 12 warga yang sudah dicacah. Baru dilanjutkan pendistribusian oleh konsultan di lokasi tersebut,” kata Suteja.

Dia mengatakan peluncuran program ini dilakukan dengan harapan masyarakat bisa memanfaatkan tabung dan kompor yang diberikan. Jangan sampai, warga yang sudah menerimanya justru menjual ke orang lain, apalagi mengingat harga tabung elpiji 3 kg ini cukup mahal.

“Jangan sampai, warga yang sudah menerima justru nanti setelah subsidi minyak tanah dihentikan mereka tidak punya tabung dan kompor elpiji 3 kg yang sudah dibagikan,” ujarnya.

Program konversi elpiji 3 kg di Lampung untuk tahap awal ini baru dilakukan di Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Pertamina membidik 328.076 keluarga penerima konversi yang terdiri dari 143.476 keluarga di Bandar Lampung dan 184.600 keluarga di Lampung Selatan.

Dalam tahapan pelaksanaan konversi ini, Pertamina membagi wilayah penerima menjadi lima cluster; dua di Bandar Lampung, yaitu clusterÿ20I meliputi Telukbetung Barat, Telukbetung Selatan, Telukbetung Utara, Panjang, Tanjungkarang Timur, dan Tanjungkarang Pusat. Cluster II meliputi Sukabumi, Sukarame, Tanjungkarang Barat, Kemiling, Rajabasa, Kedaton, dan Tanjungseneng. Dalam proses pencacahan hingga pendistribusian tabung elpiji 3 kg, Pertamina menggandeng dua konsultan untuk wilayah Bandar Lampung, yaitu PT Nandhita Graha Tata (NGT) dan PT Graha Manunggal Wirasembada (GMW).

Sedangkan di Lampung Selatan terbagi menjadi tiga cluster; cluster III meliputi wilayah Natar, Jati Agung, dan Tanjungbintang. Cluster IV Tanjungsari, Katibung, Merbau Mataram, Way Sulan, Sidomulyo, Candipuro, dan Way Panji. Serta cluster lima meliputi Kalianda, Rajabasa, Palas, Sragi, Penengahan, Ketapang, dan Bakauheni. Pencacahannya dilakukan tiga konsultan, yakni PT NGT, PT GMW, dan PT Marketing Sentratama Indonesia (MSI)  (Lampost)


mancing

Mentari mulai turun, udara yang hangat mulai terasa sejuk, tertiup angin yang terhebus dari hutan karet di sekitar desa sukabumi sukarame Bandar lampung. Hari makin sore, namun tidak menyurutkan antusian warga untuk memancing di aliran air yang telah di tabur ikan oleh beberapa Caleg, warga kini bingung karena banyaknya Caleg yang meng iming imingi berbagai kebutuhan, fasilitas dan sarana di daerahnya. PEMILU Legislatif mulai dekat, kesiapan dan persiapan di masing masing kelurahan mulai tampak, dari penempatan TPS, Keamanan sampai saksi saksi dari berbagai partai, mudah mudahan PEMILU nanti masyarakat lebih berhati hati dalam memilih Calon Anggota Legislatif. Amiin…

  • RSS Info Kerja Freelance

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.